Mengenal Tugas HRD di perusahaan Startup

Bekerja pada perusahaan startup merupakan salah satu impian sebagian orang saat ini. Mereka percaya bahwa bekerja di perusahaan startup yang menantang cocok untuk belajar. Selain mengurus produk, salah satu pekerjaan penting adalah pengembang sumber daya manusia di perusahaan yang sedang berkembang. Di balik pekerjaan yang terkesan mudah, menjadi seorang HRD startup menghadapi banyak tantangan, karena pekerjaan tersebut sedikit berbeda dengan tugas-tugas HRD sebuah perusahaan korporat. Bahkan bisa dibilang HRD memiliki tugas paling banyak, karena startup akan terus berkembang dan membutuhkan banyak perbaikan.

Jadi apa sih tugas staff HRD di perusahaan startup? Sebagai gambaran, RuangHR akan memberikan ulasannya berikut ini:

Perekrutan Karyawan

Tanggung jawab HRD di perusahaan startup masih berkaitan dengan perekrutan karyawan, tetapi metodenya berbeda dengan perusahaan korporat. Di startup yang usianya baru satu hingga dua tahun, biasanya manajer bahkan founder akan ikut merekrut talent. Berbeda dengan perusahaan korporat yang merekrut oleh HRD saja. Tentunya alasan utamanya adalah kecepatan, sehingga HRD bisa menyelesaikan masalah teknis lainnya.

Perbedaan lainnya terletak pada langkah rekrutmen. Dalam kasus perusahaan korporat, HRD harus selalu mengawasi seluruh proses mulai dari wawancara hingga tes psikologis, tapi di startup tidak perlu. HRD startup lebih mengutamakan skill test dengan memanfaatkan teknologi agar lebih menghemat waktu.

Mampu Menumbuhkan Talenta Karyawan

HRD startup harus mampu menumbuhkan talenta karyawannya. Termasuk masalah peningkatan skill dan brand karyawan sendiri. Ini adalah tugas tersulit seorang HRD startup. Berbeda dengan tanggung jawab pengembangan HRD pada kebanyakan organisasi, HRD startup harus selalu mempertimbangkan bagaimana menjaga pertumbuhan karyawan perusahaan. Pasalnya, jika tidak diperhatikan, perusahaan juga akan berhenti. Oleh karena itu, wajar jika para HRD startup biasanya memberikan pelatihan soft skill dan hard skill kepada karyawan yang memang membutuhkannya.

Pekerjaan HRD manager juga harus mempertimbangkan citra merek karyawan, karena ini juga akan mempengaruhi employer branding-nya. Apalagi jika kamu bekerja di startup yang harus dilihat oleh publik, seperti perusahaan yang berkembang melalui Youtube.

Baca juga yuk!

Menciptakan Suasana dan Budaya Kerja yang Kondusif

HRD merupakan kunci utama dalam memastikan kenyamanan perusahaan, sehingga harus dapat memahami keinginan karyawan, dan tidak mengesampingkan keinginan manajemen. Meski terlihat mudah, sebenarnya ini adalah salah satu tugas HRD GA dan sulit untuk diselesaikan. Karena bisa jadi keinginan karyawan bertolak belakang dengan manajemen.

Caranya tentu akan berbeda untuk masing-masing perusahan. Tapi baiknya, HRD harus selalu memiliki sistem yang jelas untuk menjaga kesejahteraan karyawan serta membangun budaya kerja yang baik, karena hal inilah yang nanti akan berpengaruh pada produktivitas kerja karyawan tersebut.

Mampu Melindungi Karyawan dan Memberi Kompensasi yang Sesuai

Departemen HRD harus bisa melindungi perusahaan, termasuk semua karyawan. Oleh karena itu, HRD harus memperhatikan employee benefit termasuk gaji dan budaya perusahaan. Apalagi di saat krisis seperti ini, peran HRD merupakan hal yang paling ditunggu oleh karyawan. Mereka harus bisa melihat kinerja karyawannya dengan mempertimbangkan reward yang harus diberikan. Dengan cara ini, karyawan akan setia dan tidak ragu-ragu.

Di sinilah, nampaknya perbedaan HRD dan personalia sulit ditemukan, karena ranah kerjanya hampir mirip. Hanya berbeda di sistem pengadministrasiannya saja. Tapi tentunya hal di atas tak masuk dalam tugas HRD training.

Melakukan Tinjauan Manajemen Kinerja Secara Berkala

Sesuai dengan kepanjangannya, HRD adalah singkatan dari Human Resources Department, yaitu departemen yang selalu bertanggung jawab atas sumber daya manusia (yaitu karyawan perusahaan). Oleh karena itu, tentunya akan ada HRD perusahaan yang secara rutin mereview kinerja para karyawannya baik itu di perusahaan startup atau korporat.

Tentu saja, tanggung jawab HRD rumah sakit atau perusahaan lain berbeda dengan HRD startup. Dalam startup, review HRD akan didampingi oleh atasan atau bahkan langsung pendiri perusahaan. Terkadang sebuah perusahaan rintisan tidak memiliki sistem manajemen kinerja yang standar, sehingga evaluasi kinerja karyawan tidak merata. Nah, ini adalah PR yang harus dibuat oleh HRD dan manajernya.

Untuk gaji HRD startup sendiri, setiap perusahaan memiliki standar yang berbeda-beda. Namun, jika Anda memang ingin menjadi “jembatan keadilan”, maka posisi di HRD ini sepertinya patut untuk dicoba. Selain itu, sebagai bagian pengembangan sumber daya manusia sebuah perusahaan rintisan, sebagian besar karyawannya masih sangat aktif dan produktif. Benar-benar menyenangkan dan sepadan dengan tantangannya.

Penulis : Miatu Khabbah

Editor : Mita

Referensi :

https://www.hipwee.com/sukses/tugas-hrd/

  • Share this post

Leave a Comment