Inilah Alasan HRD Tidak Memanggil Anda Pada Interview Tahap Kedua

Masa perekrutan memang menjadi pengalaman paling menegangkan bagi para pelamar. Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi setiap proses saat melamar pekerjaan memang tidaklah mudah.

HRD sebagai manajamen Sumber Daya Manusia (SDM) dalam suatu perusahaansangat ketat untuk memilih kandidat yang sesuai dengan syarat dan ketentuan dari perusahaan. Pelamar juga harus selalu memperhatikan setiap proses yang dilaluinya, begitu juga pada saat interview yang dilakukan oleh HRD.

Dalam proses interview inilah juga yang menentukan diterima atau tidaknya seorang pelamar untuk bekerja di suatu perusahaan. Interview juga ada yang mempunyai beberapa tahap, apabila pelamar lulus interview tahap pertama maka HRD akan memanggil untuk interview ke tahap selanjutnya.

Namun apabila tidak ada pemberitahuan lebih lanjut dari HRD maka pelamar harus mengetahui alasan-alasan berikut ini :

Isi CV berbohong dan tidak sesuai dengan realita atau kenyataan sebenarnya

Dalam mengisi sebuah CV harusnya pelamar menuliskan hal-hal yang sesuai dengan kondisi realita yang ada. Pelamar harus menyertakan pengalaman-pengalaman yang sesuai dengan aslinya. Namun apabila isi CV terdapat kepalsuan yang diisikan oleh pelamar dan isinya tidak sesuai realita yang ada maka HRD akan dengan mudah mengetahuinya. Oleh karena itu berhati-hatilah saat mengisikan CV atau resume sebelum melamar pekerjaan.

BACA JUGA: Sukses Menjalani Pekerjaan Pertama dengan 8 Tips…

Kebutuhan perusahaan tidak sesuai dengan visi dan misi pelamar

Ada kalanya seorang pelamar memiliki suatu visi dan misi berhubungan dengan pekerjaan yang sedang dilamarnya. Akan tetapi visi dan misi tersebut harus sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang sedang dilamar. Apabila visi dan misi pelamar tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan, mungkin inilah salah satu alasan kendala yang dialami pelamar saat proses interview dengan HRD.

Pelamar yang tidak sesuai dengan kultur perusahaan

Sebelum melamar ada baiknya pelamar mengetahui kultur yang dimiliki oleh perusahaan terlebih dahulu. Pelamar juga harus lebih memahami tentang kultur yang ada di perusahaan termasuk pemakaian kostum yang sesuai dengan kultur perusahaan.

Namun apabila saat proses interview pelamar salah kostum atau tidak sesuai dengan kultur yang ada bisa jadi hal tersebut menjadi alasan HRD tidak memanggil pelamar untuk proses interview tahap kedua. 

BACA JUGA: Bekerja Di Perusahaan Start Up? Siapa Takut!

Terlalu agresif atau spam email yang berkaitan dengan kelanjutan  interview

Spam yang dilakukan oleh seseorang memang sangat menganggu, alangkah baiknya pelamar sabar menunggu dan tidak terlalu agresif tentang kelanjutan interview yang sedang dilakukan oleh HRD.

HRD akan merasa terganggu apabila ada seorang pelamar yang melakukan spam email terkait kelanjutan interview, mungkin saja karena hal itulah alasan HRD tidak memanggil pada saat interview pada tahap kedua. 

Curhat secara terang-terangan di media sosial tentang interview yang sedang dilakukan

Media sosial menjadi sarana berekspresi bagi semua orang, akan tetapi seseorang juga harus bijak dalam menggunakannya. Jangan sampai media sosial menjadi boomerang seperti curhat tentang masalah privasi yang sedang dialami.

Hal ini juga berlaku bagi para pelamar untuk senantiasa menjaga privasi terkait interview yang pernah dilakukannya. Apabila HRD mengetahui tentang curhatan tentang interview di media sosial yang dilakukan oleh sang pelamar maka akan menjadi boomerang tersendiri bagi seorang pelamar karena tidak ada panggilan dari HRD untuk interview tahap kedua.

Alasan-alasan di atas wajib dihindari oleh seorang pelamar agar tidak menjadi masalah saat proses rekrutmen berlangsung. Menjadi pelamar yang bijak selama proses rekrutmen sangat berguna untuk karir pekerjaan bagi masa depannya.

Penulis: Laili Rizqi

Editor: Thalitha Avifah Yuristiana

  • Share this post

Leave a Comment