8 Budaya Kerja di Luar Negeri Ini Mungkin Bisa Kamu Tiru untuk Meningkatkan Produktivitasmu

RuangHR – GUYS, budaya kerja dalam suatu perusahaan itu perlu, loh. So, jangan pandang sebelah mata, yaa! Ada 8 budaya kerja di luar negeri yang sangat bagus yang mungkin bisa kamu tiru untuk meningkatkan produktivitasmu.

SobatHero! Ketika melihat tayangan atau sedang membaca artikel tentang dunia kerja di luar negeri, rasanya menyenangkan sekali, kan. Lalu seketika membayangkan “seperti apa sih rasanya bekerja di luar negeri?” “Apakah budaya kerja di sana berbeda dengan di sini?”

Beruntung sekali, RuangHR memberikan info terkait budaya kerja yang ada di 8 negara. Ada banyak nilai positif yang ada pada budaya kerja mereka. Siapa tahu SobatHero bisa menemukan budaya kerja yang cocok dan menerapkannya untuk meningkatkan produktivitas.

Baca Juga:

Penasaran dengan 8 budaya kerja terbaik tersebut dan dari negara mana saja? Simak bareng-bareng yaa.

Korea Selatan

Budaya di Korea Selatan mengharuskan orang-orangnya untuk bergerak dengan cepat. Begitu pula dengan budaya kerjanya. Karyawan di sana sudah terbiasa bekerja secara cepat dan tahu hal yang akan dilakukan berikutnya. SobatHero bisa menerapkan ini agar bisa selangkah lebih maju dibanding yang lain.

Tidak hanya itu saja, budaya kerja lainnya adalah atasannya mau membagi ilmu yang mereka miliki ke bawahan. Nggak ada salahnya untuk bisa berbagi ilmu yang dimiliki, bukan? Jika karyawan memiliki ilmu yang baik sudah pasti kinerja mereka akan meningkat dan dapat membuatnya sukses.

Jepang

Jepang sudah dikenal sebagai negara dengan etos kerja yang tinggi. Nggak salah kalau Jepang berada di jajaran negara maju. Inovasi yang dihasilkan sudah banyak dipakai di seluruh dunia. Budaya kerja di Jepang menjunjung tinggi kebersamaan. Ketika berhasil mencapai sesuatu itu dianggap sebagai kesuksesan tim, bukan kesuksesan individu. Jadi hal yang tabu kalau mengklaim keberhasilan tadi adalah berkat kerja keras sendiri. Hal ini yang membuat hubungan antar karyawan dalam suatu divisi menjadi lebih solid.

Australia

Kesetaraan sangat dijunjung tinggi di Australia. Perusahaan di sana nggak boleh menolak calon karyawan hanya karena memiliki perbedaan agama, suku, politik dan orientasi seksual. Kalau mempunyai kemampuan yang sama kenapa harus dibedakan?

Karyawan di Australia juga menjunjung tinggi kejujuran. Kejujuran dan keterbukaan menciptakan keberadaan mereka di tempat kerja menjadi berarti dan dihargai.

Jerman

Orang Jerman nggak suka buang-buang waktu. Mereka memilih untuk tinggal di tempat yang dekat dengan kantor, agar waktu tempuh bisa lebih cepat. Akan tetapi, mereka nggak ingin waktu luangnya diambil alih untuk mengurusi pekerjaan. Jadinya mereka berangkat kerja lebih awal agar cepat selesai dan bisa pulang tepat waktu. Pekerja di Jerman juga terbiasa menyeimbangkan pola makan dengan olahraga yang rutin. Pastinya dua hal tadi penting dong untuk bisa hidup sehat.

Spanyol

Jam kerja di Spanyol dimulai pada pukul 9 pagi sampai 7 malam. Waktu istirahat dimulai pada pukul 2 siang sampai 4 sore. Ketika waktu istirahat tiba mereka akan menghentikan seluruh aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan agar bisa menikmati waktu istirahatnya. Waktu makan siang pun haram jikalau membicarakan topik pekerjaan.

Istirahat yang cukup dapat menghindarkan kondisi lelah saat bekerja. RuangHR pernah membagikan artikel tentang hal apa saja yang bisa SobatHero lakukan saat istirahat kerja. Artikelnya bisa dibaca di sini.

Norwegia

Budaya kerja di Norwegia menerapkan flat structure. Artinya, minim atau tidak ada sama sekali tingkatan manajemen antara atasan dengan pekerja. Semuanya fokus pada kesetaraan. Perusahaan di Norwegia juga berusaha untuk memberdayakan karyawannya dengan menghargai prestasi yang didapat dan kemandirian dalam bekerja.

Swedia

Perusahaan di Swedia mendorong karyawannya untuk melanjutkan pendidikan atau meningkatkan kemampuan yang terkait dengan pekerjaan. Nggak sampai di situ saja, mereka juga didorong untuk mendalami hobi masing-masing. Karyawan yang memiliki ilmu dan kemampuan yang tinggi dapat memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan.

Amerika Serikat

Kreativitas ditekankan pada budaya kerja di Amerika Serikat. Perusahaan mengedepankan daya imajinatif dan keingintahuan karyawannya dengan membuat ruang kerja yang menarik. Tujuannya agar suasana kerja yang nyaman dapat tercipta agar bisa memunculkan ide-ide yang bagus. Pekerja Amerika mengutamakan akhir pekan untuk beristirahat. Waktu bersantai dimanfaatkan bersama keluarga atau teman-teman. Mereka jarang untuk mengambil lembur di akhir pekan walau uang lemburnya terbilang lebih banyak.

Setelah membaca tulisan ini ada beberapa poin yang bisa diterapkan, yaa SobatHero, seperti menyeimbangkan waktu kerja dengan istirahat, bersikap jujur saat bekerja dan menggunakan waktu kerja dengan efisien. Memang nggak semuanya bisa diterapkan, tetapi bisa diubah secara perlahan agar bisa lebih produktif. Semangat bekerja!

Penulis: Rizki Ramdhani

Editor: Mutia Yuantisya

Referensi:

Helda [Lifepal]. (2019). “Budaya Kerja dari 5 Negara Ini Bisa Kamu Terapkan Lho di Kantor”. Diakses pada 8 September 2020 dari situs web

 https://lifepal.co.id/media/budaya-kerja-dari-5-negara-ini-bisa-kamu-terapkan-lho-di-kantor/

QM Finansial. (2019). “Kebiasaan Para Pekerja di 6 Negara Paling Produktif di Dunia”. Diakses pada 8 September 2020 dari situs web https://www.qmfinancial.com/2019/06/kebiasaan-para-pekerja-produktif/

  • Share this post

Leave a Comment